Feb 29 2008

karya tulis

Published by Wiryanto

Anda tentu juga tahu : apa itu dosen ?. Tentu, yaitu orang yang bekerja sebagai pengajar di perguruan tinggi atau akademi. Jadi kata kuncinya adalah pengajar atau yang kerjanya mengajar, dengan demikian dapat dipahami jika masyarakat awam menganggap bahwa dosen yang dapat mengajar ke sana ke mari di sejumlah perguruan tinggi yang berbeda-beda adalah dosen yang hebat. Dianggap dosen tersebut ‘laku’ dimana-mana. Anggapan tersebut tentu tidak semuanya salah tetapi juga tidak selalu benar. Tapi kalau asal berpendapat seperti itu, dan menganggap bahwa mengajar kemana-mana adalah suatu kondisi yang ideal bagi seorang dosen maka apa bedanya dengan guru (honorer) , yang terpaksa harus mengajar kesana-kemari untuk sekedar menambah lauk pauk atau periuk nasinya.

Mungkin hanya sedikit masyarakat awam yang tahu bahwa selain mengajar, maka dosen diharapkan juga untuk melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat, dan menjadikannya itu sebagai tiga tugas pokok seorang dosen yang ideal, yang terkenal dengan sebutan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Riset dan pengkajian yang bermuara pada dihasilkannya karya tulis ilmiah merupakan kegiatan sehari-hari yang menantang, menyenangkan, dan menawarkan tamasya intelektual yang mengasyikkan bagi dosen.
Dedi Supriadi (1997)

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, penulis menyadari bahwa profesinya sebagai dosen yang telah ditekuni saat ini telah menjadi suatu panggilan hidup, atau suatu rahmat yang telah Tuhan berikan. Dengan demikian maka Tri Dharma Perguruan Tinggi diusahakan selalu.

Selanjutnya halaman ini akan menyajikan daftar tulisan dibuat berdasarkan penelitian atau pemikiran yang telah dilakukan selama ini.

Kemampuan seseorang dalam menuangkan gagasan secara tertulis merupakan representasi dari kualitas intelektualitas-nya, karena melalui tulisan atau karya tulis (dalam bentuk apapun) seseorang mewujudkan pikirannya. Dari tulisan memang akan kelihatan logika berpikir seseorang. Dengan menulis, seseorang belajar berpikir secara eksak dan padat.
Dedi Supriadi (1997)

Semoga berguna.

Journal Articles
  1. Wiryanto Dewobroto. (2005b). “Analisa Inelastis Portal - Dinding Pengisi dengan Equivalent Diagonal Strut”, Jurnal Teknik Sipil - ITB, Edisi Vol. 12 / 4, Oktober 05, Institut Teknologi Bandung, Bandung (down-load PDF 358 kb)
  2. Wiryanto Dewobroto. (2005a). “Strategi Pembelajaran Era Digital : Usulan Skenario Dalam Menyambut Transformasi UPH Sebagai Kampus Digital”, Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Tahun ke-11, No. 056, September 2005, Badan Penelitian dan Pengembangan, DEPDIKNAS, Jakarta (read …)
  3. Hardjasaputra, H., Dewobroto, W., Setiawan, F. (2005). “Proyek Tangki Air dari Semen-Pasir-Bambu di Mesjid Al-Ikhlas, Binong ,Tangerang”, Jurnal Teknik Sipil - UPH, Vol.2 No.1 Januari 2005, Universitas Pelita Harapan, Banten. (down-load PDF 324 kb)
  4. Wiryanto Dewobroto. (2004c). “Perancangan Balok Beton Bertulang dengan SAP2000″, Jurnal Teknik Sipil - UPH, Vol.1 No.2 Juli 2005, Universitas Pelita Harapan, Banten. (down-load PDF 323 kb)
  5. Wiryanto Dewobroto. (2004b). “TINJAUAN TATA CARA PERANCANGAN TORSI TERBARU pada BALOK BETON , Studi Kasus: Struktur Canopy dengan Torsi Keseimbangan”, Jurnal Teknik Sipil - UPH, Vol.1 No.1 Jan.2004, Universitas Pelita Harapan, Banten.
  6. Wiryanto Dewobroto. (2004a). “Lebih Dekat dengan Kampus Uni-Stuttgart di Kota Asal Mercedes Benz”, Majalah PELITA HARAPAN , Volume III/1, Jan.-Maret 04. (read …. or down-load PDF 184 kb)
Presentations / proceedings
  1. Dewobroto, W., Pentingnya Penguasaan Aplikasi Komputer Rekayasa bagi Sarjana Teknik Sipil, Sekarang dan Masa Depan, Invited speaker pada Seminar dan Pelatihan SAP2000, Unisma Bekasi, 23 November 2007 (report)
  2. Wiryanto Dewobroto, Sugeng Wijanto, Toto Ismintarto. (2007). “THE APPLICATION of STM (BASED on ACI 318-02) and FEA
    for THE DESIGN of STRUCTURAL TRANSFER-WALL - Case study : ‘Kota Kasablanka’ Mixed Use Project, Jakarta”, EACEF - The 1st International Conference of European Asian Civil Engineering Forum, Civil Engineering Department, Universitas Pelita Harapan, Lippo Karawaci, Indonesia, 26-27 Sept. 2007, (down load paper 378 kb) - English version paper
  3. Wiryanto Dewobroto. (2007b). “BLOG : Media Pembelajaran di Era Kampus Digital”, Temu Ilmiah Nasional Dosen Teknik, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara, Jakarta, 29 Agustus 2007 (down-load paper 347 kb)
  4. Wiryanto Dewobroto. (2007a). “STRUKTUR JEMBATAN TERINGAN dan TERKUAT (TERKOKOH) - Studi kasus : Jembatan Model UPH pada KJBI 2005 dan KJI 2006″, seminar “Research and Education in Engineering for Prospected Technology - National Conference on Prospected Technology 2007 (NCPT 2007)”, Universitas Maranatha, 24-25 Agustus 2007, Bandung (down-load paper 199 kb)
  5. Wiryanto Dewobroto .(2006c). “Metode s.t.m untuk Perencanaan Struktur Transfer-Wall Proyek ‘Kota Kasablanka’ Jakarta”, seminar “The 2nd National Civil Engineering Conference”. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Unika Soegijapranata, Semarang, 20 – 21 Desember 2006 (down-load paper PDF 160 kb)
  6. Wiryanto Dewobroto. (2006b). “Ilmu Rekayasa Klasik Sarana Menguasai Program Aplikasi Rekayasa - Studi Kasus: Mekanika Teknik Klasik dan Program SAP2000″, Pembicara Utama dalam Seminar di Pameran Buku Konstruksi Indonesia 2006, R. Sapta Taruna, Gd. Utama Departemen Pekerjaan Umum, Jl. Pattimura 20, Sabtu, 2 Desember 2006 (down-load paper PDF 883 kb dan presentasi 1,620 kb)
  7. Beta Patrianto dan Wiryanto Dewobroto. (2006). “Evaluasi Metode Perencanaan Batang Aksial Murni SNI-03-1729-2000 dan AISC-LRFD”, Civil Engineering Conference: Toward Sustainable Civil Engineering Practice , Surabaya, 25-26 Agustus 2006, Universitas Kristen PETRA (down-load PDF)
  8. Ranny Anita dan Wiryanto Dewobroto. (2006).“Strategi Analisis Struktur dengan Kabel Prategang memakai SAP2000”, Civil Engineering Conference: Toward Sustainable Civil Engineering Practice, Surabaya, 25-26 Agustus 2006, Universitas Kriten PETRA (down-load PDF)
  9. Wiryanto Dewobroto, Sahari Besari dan Bambang Suryoatmono. (2006). “Perlunya Pembelajaran Baja Cold-Formed dalam Kurikulum Konstruksi Baja di Indonesia” , prosiding Lokakarya Pengajaran Mekanika Teknik, Konstruksi Beton dan Konstruksi Baja, Jurusan Teknik Sipil, FT Universitas Udayana, Bukit, Jimbaran, Bali (down-load PDF 619 kb)
  10. Wiryanto Dewobroto.(2006a). “Pemrograman sebagai Sarana Pembelajaran Rekayasa”, prosiding Lokakarya Pengajaran Mekanika Teknik, Konstruksi Beton dan Konstruksi Baja, Jurusan Teknik Sipil, FT Universitas Udayana, Bukit, Jimbaran, Bali (down-load PDF 398 kb)
  11. Wiryanto Dewobroto dan Sahari Besari. (2006). “Simulasi Numerik Berbasis Komputer sebagai Solusi Pencegah Bahaya akibat Kegagalan Bangunan”, Presentation and Proceeding at the Seminar Nasional Kegagalan Bangunan, Solusi dan Pencegahannya, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Pelita Harapan, Lippo Karawaci, Rabu 3 Mei 2006 (down-load PDF 771 kb)
  12. Wiryanto Dewobroto. (2005d). “Strategi Penyelesaian Numerik Berbasis Komputer Analisis Lentur Ultimate Penampang Beton (Model Tegangan Parabolik PCA)”, Presentation and Proceeding at the Seminar Nasional Teknologi II, Universitas Teknologi Yogyakarta, 10 December 2005 (down-load PDF 280 kb)
  13. Wiryanto Dewobroto. (2005c). “Masih perlukah mempelajari Mekanika Teknik Klasik dalam Era Serba Komputer ?”, Presentation and Proceeding at the Lokakarya Pengajaran Konstruksi Beton dan Mekanika Teknik, Jurusan Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, 13-14 July 2005. (down-load PDF 180 kb)
  14. Wiryanto Dewobroto. (2005b). “Evaluasi Kinerja Struktur Baja Tahan Gempa dengan Analisa Pushover”, Presentation and Proceeding at the Civil Engineering National Conference Sustainability Construction & Structural Engineering Based on Professionalism, Unika Soegijapranata, Semarang, 17-18 Juni 2005 (down-load PDF 784 kb)
  15. Wiryanto Dewobroto. (2005a). “Simulasi Keruntuhan Balok Beton Bertulang Tanpa Sengkang dengan ADINA TM”, Proceeding at the Seminar Nasional Rekayasa Material dan Konstruksi Beton 2005, Jurusan Teknik Sipil – ITENAS, Bandung, Sabtu, 4 June 05. (down-load PDF 453 kb)
  16. Katili, I., Dewobroto, W. (1998). “Analisa Non-linear pada Rangka Batang Ruang dengan Metode Elemen Hingga”, Presentasi dan Prosiding Seminar FTUI Depok : Quality in Research, 4-7 Agustus 1998, ISBN 979-8427-17-3
Books
  1. Wiryanto Dewobroto . (2007). “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000 - EDISI BARU“, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.
  2. Wiryanto Dewobroto. (2005). “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan Visual Basic 6.0 : Analisis dan Desain Penampang Beton Bertulang sesuai SNI 03-2847-2002“, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta
  3. Wiryanto Dewobroto . (2004). “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000“, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.
  4. Wiryanto Dewobroto. (2003). “Aplikasi Sain dan Teknik dengan Visual Basic 6.0“, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.
  5. Dewobroto, W.; Reineck, K.-H. (2002). “Beam with indirect support and loading”, in: Reineck, K.-H. (2002): (Editor): Examples for the Design of Structural Concrete with Strut-and-Tie Models, ACI SP-208 (2002), ACI, Farmington Hills, MI, 145-161.

Pustaka

Dedi Supriadi .(1997). “Isu dan Agenda Pendidikan Tinggi di Indonesia”, Penerbit PT. Rosda Jayaputra Jakarta

12 Responses to “karya tulis”

  1. bangzenkon 06 Mar 2008 at 5:49 pm

    salut buat bapak, semoga saja bisa menjadi dosen yang benar-benar dosen.
    berguna bagi orang-orang sekitarnya, bangsa dan negara.

    salam hangat

    Wir’s responds: makasih mas, kelihatanya juga telah mampir ke blog utama saya ya. Pokoknya mari kita sama-sama menulis menuju kebaikan. Salam sejahtera.

  2. Andareas Sidabutaron 28 Jun 2008 at 10:12 pm

    Saya sangat terkesan dengan blog-blog Bapak. Bagi saya ini sangat memberikan wawasan yang luas dalam ilmu pengetahuan khususnya bidang konstruksi sipil. Terima kasih buat Bapak atas blog-blog yang menarik untuk dibaca dan dipahami isinya. Saya harap terus diupdate isi dari blog-blog Bapak ya Pak demi mencerdaskan kehidupan bangsa!!!

    Sampai bertemu kembali ya Pak dengan blog-blog yang terUpdate ya Pak. Saya menunggu Pak! Terima Kasih.

    Wir’s responds: Terima kasih atas dukungannya. Semoga sukses juga untuk anda dan keluarga.

  3. hendra apriyantaon 03 Sep 2008 at 3:14 pm

    siang bapak Wiryanto Dewobroto….
    syalom
    saya seorang mahasiswa teknik sipil di Sekolah Tinggi di yogyakarta…saat ini sedang mengerjakan TA struktur.

    maaf sebelumnya…saya ingin bertanya kepada bapak,saya merencanakan ulang sebuah gedung dengan lima lantai,penghubung antar lantai menggunakan tangga dan lift.

    yang saya tanyakan..pada waktu penghitungan pembebanan apakah beban lift dimasukan dalam hitungan atau tidak..?? mohon penjelasannya…..

    sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
    Tuhan Berkati…

    Wir’s responds: Sdr. Hendra, prinsip dasar suatu perencanaan struktur adalah
    * memprediksi beban-beban yang bekerja atau akan bekerja pada bangunan tersebut.
    * memprediksi sekaligus menetapkan dari bangunan tersebut strukturnya, yaitu bagian-bagian yang menyalurkan beban-beban tersebut ke pondasi (tumpuan). Pada tahap ini juga sekaligus menetapkan pada bagian bangunan tersebut yang termasuk bagian struktur (menyalurkan beban) dan hanya bagian finishing (tidak menyalurkan beban bahkan manjadi beban)
    * melakukan analisa struktur, yaitu mengetahui perilaku struktur terhadap pembebanan tersebut, mengetahui gaya internal pada struktur termasuk deformasi yang terjadi.
    * men-check hasil analisis struktur terhadap komponen struktur, yaitu design, apakah memenuhi kriteria CODE yang ada.

    Berdasarkan prinsip-prinsip di atas maka jelaslah bahwa LIFT harus masuk dalam perhitungan saudara. Untuk itu perlu diketahui cara kerja atau sistem LIFT yang diadopsi pada bangunan saudara. Umumnya lift adalah menggantung pada kabel di rumah lift di atas, sehingga beban diterima dulu di bagian atas dan disalurkan ke bawah. Ini penting tentunya , karena ada juga lift (Tipe kecil) yang cara kerjanya seperti dongkrak dari bawah ke atas, mungkin tipe ini sifatnya independet tidak melewati bagian-bagian bangunan.

    Jadi yang penting untuk menjadi pertimbangan saudara adalah bagaimana aliran-aliran beban bekerja pada struktur anda.

  4. I Putu Agus Bayu Krisna Murtion 15 Des 2008 at 1:22 am

    salam kenal..

    sudah lama saya mendengar nama besar bapak..
    saya peserta KJI 3 dan 4 dari STTNas…

    saat ini saya sedang menyusun skripsi perencanaan gedung bertingkat tinggi dengan basement 2 lantai, peraturan yang saya gunakan SNI 2002. saya banyak melihat perencanaan gedung bertingkat tinggi yang tidak merencanakan beban angin pada gedungnya. kalau dari new york state code beban anginnya diperhitungkan tapi nilainya cukup besar. didalam PPIUG 1983 ada aturan pembebasan beban angin yg berbunyi “Apabila perbandingan antara tinggi gedung dan lebar gedung dan struktur dari gedung itu adalah sedemikian rupa, hingga tidak diperlukannya peninjauan beban angin, maka juga untuk gedung dengan tinggi lebih dari 16 m dapat diberikan pembebasan atas peninjauan beban angin” .

    yang menjadi pertanyaan saya apa maksud dari struktur gedung yang sedemikian rupa seperti dicantumkan dalam peraturan tersebut? saya sangat berharap bapak bisa membantu saya.terima kasih sebelumnya pak.

    hormat saya I Putu Agus Bayu Krisna Murti.

  5. Wiryantoon 08 Jan 2009 at 6:25 pm

    sdr I Putu,

    Untuk menjawab pertanyaan saudara, maka kita perlu memahami dahulu apa fungsi peraturan perencanaan atau code, dan bagaimana kita harus memahaminya.

    Pada dasarnya, peraturan hanyalah peraturan minimum yang harus ditaati yan sifatnya generik. Harapannya agar memberi rasa aman kepada masyarakat pengguna bangunan yang direncanakan tersebut.

    Jadi tidak berarti jika ada statement yang seperti itu, maka langsung ditelan mentah-mentah. Sebagai engineer anda harus melihat latar belakang pemakaiannya. Kenapa bisa diabaikan dan kenapa harus diikuti. Pengalaman menunjukkan bahwa bangunan bertingkat tinggi, dimana lantainya dari beton maka pada ketinggian sampai 40 lantai, biasanya yang menentukan adalah pembebanan dari gempa. Karena di Indonesia tidak ada badai seperti di USA maka pembebanan angin tidak menentukan. Karena pengalaman itulah, maka dalam perencanaan tidak diperlukan analisis struktur terhadap angin. Tetapi semakin tinggi bangunan, seperti menara kembar di Lippo Karawaci yang terlihat langsing (yaitu ketinggian sampai > 50 lantai) ternyata beban angin cukup dominan. Ini menurut pak Davy sebagai perencananya, jadi angin tidak bisa diabaikan.

    Bahkan untuk bangunan yang tinggi, efek angin tidak hanya diperhitungkan pada kekuatannya saja (tidak rusak) tetapi juga terkait dengan kenyamanan. Bayangkan jika pada ketinggian tersebut lalu timbul goyangan yang membuat penghuninya pusing, tentu tidak ada yang mau tinggal. Lha kalau soal ini, wah lebih susah analysisnya. Jadi kayakanya soal tentang angin tidak sesederhana yang kita duga.

  6. yudion 25 Feb 2009 at 12:30 pm

    pak wir , sy salah satu mahasisw T.Sipil D3 yg lagi TA, Judulnya “Kajian Numerik Analisis Lentur Balok Beton Bertulang dengan Metode kompatibilitas”

    saya udah baca jurnal p’ wir tentang analisis lentur balok (kurva teg-reg PCA)
    saya pesan buku bapak tentang rekayasa kons dengan aplikasi visual basic 6.0. Tapi gaka ada lagi pak.

    kalo bisa saya minta file perhitungan analisis lentur balok itu,
    yg lebih rinci ,TA sy membandingkan hit matlab dengan manual analisis. Tx

    Wir’s responds : file tanpa publikasi rasanya tidak berguna. Untuk publikasinya ya itu tadi, makalah di seminar UTY dan buku dengan judul yang kamu cari tadi, itu isinya sangat lengkap, mulai dari balok sampai kolom (juga komposit) dengan cara kompatibilitas. Ketebalan sekitar 500 halaman. Untuk buku tersebut memang disengaja belum ada versi ebook-nya. Rasanya saya belum pernah melihat buku dengan isi serupa dalam bahasa Indonesia bahkan yang luar negeri sekalipun. Jadi buku tersebut bukan hasil terjemahan lho.

  7. Agussariadion 11 Mar 2009 at 9:48 am

    Salam kenal,
    Pak Wiryanto Dewobroto,

    Saya merupakan seorang mahasiswa Teknik Sipil di Universitas Tanjungpura Pontianak Kalimantan Barat. Dalam proses pembelajaran di kampus dengan materi perkuliahan yang saya amati ternyata tidak semua metode ataupun teori yang terdapat dibahan-bahan ajar atau buku-buku referensi yang dapat kami pelajari mengingat karakteristik alam baik secara geofrafis maupun astronomis berbeda dengan daerah di pulau Jawa.

    Kondisi Tanah didaerah kami di Pulau KALIMANTAN terutama KALIMANTAN BARAT memilki karakteristik yang sangat berbeda dengan dipulau Jawa. Karakteristik Tanah kami hampir didominasi oleh Lempung dan lanau dan sangat sulit sekali menemukan tanah keras kecuali di daerah perbukitan.Daerah kami bukanlah daerah Gempa namun rentan terhadap Banjir baik itu akibat hujan maupun Banjir ROB. Di Pontianak hampir dikatakan belum ada bangunan yang dapat berdiri di atas lebih dari 40- 60 lantai karena struktur tanah yang lembek.

    Bagaimana pandangan Bapak terhadap kondisi ini ? Hal-hal apa yang harus kami perhatikan menghadapi tantangan ini. mohon pendapatnya. Terima kasih.

    Wir’s responds: tentang belum adanya bangunan 40-60 lantai di kota Pontianak, rasanya bukan karena kondisi tanahnya lho. Itu karena belum ada investornya. Jika ada orang mau menanamkan investasi untuk membangun gedung seperti itu disana, maka rasanya teman-teman yang bekerja di konsultan teknik seperti di PT. Wiratman atau PT. Davi Sukamto pasti bisa membuat solusinya. Jika katakanlah dari kita belum siap maka bisa saja expert dari luar kita minta bantuannya.

    Pada masa sekarang, pondasi di atas tanah lembek, meskipun memang lebih susah rasanya sudah ada solusinya. Bahkan kalau perlu pondasinya seperti poton, yang mengapung. Detailnya mungkin saya tidak bisa memberikan karena saya bukan foundation engineer, tetapi yang jelas sistem pondasi tiang bahkan bisa diusahakan tanpa ketemu tanah keras, yaitu mengandalkan skin-friction. Tentu saja tanahnya jangan lembek seperti bubur.

  8. ADITon 20 Apr 2009 at 12:11 pm

    siang bapak
    saya adalah mahasiswa teknik sipil, saya ingin menanyakan tentang perencanaan beban akibat lift pada struktur gedung, dan beban tersebut masuk dalam beban statik(hidup), ataukah beban dinamik? karena lift digerakan mesin. mohon penjelasannya….terima kasih

    Wir’s responds: untuk desain, lift masih bisa diasumsikan sebagai beban statik untuk analisis bangunan gedung secara keseluruhan. Sedang secara lokal, mungkin ada beberapa tempat yang perlu diperhitungkan dapak impak atau faktor kejutnya. Tetapi itu dapat diatasi dengan mudah dengan pendekatan statik, yaitu dengan mengalikan dengan faktor kejut.

  9. Firman Setiawanon 21 Apr 2009 at 11:06 pm

    Maaf Pak. Ketemu lagi. Udah lama yah Pak. Mudah2an masih ingat saya.
    Sebelumnya terima kasih atas banyak ilmu yang Bapak berikan dan tularkan kepada kami.
    Sekarang sy di Jayapura Papua, selain menjadi kontraktor, saya juga tetap berusaha mengabdi dengan menjadi dosen luar, di UNCEN Papua. Kebetulan saat ini sy mengajar SAP 2000, maaf sebelumnya banyak metode pengajaran termasuk salah satu buku panduan memakai buku Bapak (Aplikasi Rek. Kons. dgn SAP 2000). Buku ini juga sy rekomendasikan kepada mahasiswa sy.
    Ok pak, sy rasa sementara begitu dulu.

    Lama tak berjumpa, baru terasa makna saat bersua.
    Terima kasih Pak atas banyak kesabaran dan ilmunya
    Tolong sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya juga kepada yang spesial Pak Har, Pak David, Bu Minawaty, dan Dosen-dosen lain.

    NB: bisa minta email langsung Bapak? Kebetulan ada pertanyaan yang sedikit membingungkan sy, mengenai SAP 2000.
    Sekali lagi Terima Kasih Pak Wir…

    Wir’s responds: hallo Firman. Kalau murid masih ingat guru, maka mestinya guru akan ingat kembali muridnya. Untuk kamu khan aku masih ingat ketika kamu mampir ke kampus tempo hari ketika ada pelatihan dari PU itu.

    Tentang salammu nanti aku sampaikan. Sukses untuk kamu ya. Jaga nama baik Jurusan Teknik Sipil UPH yang merupakan almamatermu. Bagaimanapun keharuman namanya adalah berkat kamu-kamu juga.
    GBU.

  10. deny tedjaon 27 Mei 2009 at 5:30 pm

    pak numpang nanya ni…
    klo beban angin ada pembebasan..
    gmn klo beban gempa?
    apa perlu sekolah 2 tingkat dengan ukuran 22 x 54 m dan ketinggian 10 m ditinjau terhadap beban gempa juga??

    Wir’s responds: pada prinsipnya setiap bangunan perlu ditinjau secara khusus terhadap beban tak terduga, seperti angin atau gempa. Yaitu untuk memastikan aman adanya. Ini adalah tugas structural engineer.

    Tapi karena terbiasa untuk menghitung maka mereka (para engineer) pada umumnya sudah mendapat pengetahuan bahwa untuk bangunan beton rendah maka beban angin dan gempa relatif tidak dominan. Untuk bangunan sampai 40 lantai (beton), maka biasanya yang dominan adalah gempa, tetapi ketika semakin tinggi maka dimungkinkan juga angin akan lebih dominan karena lentus, dSB. Pemahaman ini adalah tentu dari engineer yang telah berpengalaman. Jadi sifatnya kasus perkasus.

    Adalah kesalahan bahwa karena bangunannya kecil maka hal-hal seperti itu dapat diabaikan. Contohnya struktur BALIHO untuk iklan. Banyak orang menganggap bahwa itu non-structural. Jadi tidak perlu dihitung secara serius. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kalau ada angin ribut, baliho-baliho seperti itu pada bertumbangan. Bahkan ada nyawa yang melayang. Gimana itu.

    Prinsipnya usahakan agar bertindak tanpa menunggu korban terjadi terlebih dahulu.

  11. rainon 02 Jun 2009 at 8:06 pm

    bagaimana….mengitung beban lift pada menara???????apakah di asumsikan beban tersebut membebani lantai paling atas lalu di salurkan atau tiap lantai mendapat beban kejut pada lift….jika diSAP bagaimana pengelolaan beban lift tersebut……terima kasih sebelumnya pak

  12. I GUSTI NGURAH EKA PARTAMAon 17 Okt 2009 at 12:32 pm

    SAYA MAU MENDOWNLOAD SNI 03-1727-1989 TENTANG PERATURAN PEMBEBANAN UNTUK GEDUNG DAN PERUMAHAN, TAPI TIDAK ADA YANG KOMPLIT. TOLONG BAPAK BANTU SAYA UNTUK MENDAPATKANNYA.TANKS

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

anjing