Feb 28 2008

About

Published by Wiryanto

Bermula dari seorang, yang berkutat seperti tukang bangunan, yang mempunyai mimpi untuk membangun bangunan fisik yang besar, tinggi dan panjang. Kenyataan mendera, terlempar jadi seorang yang berkutat seperti seorang guru, sehingga mimpinyapun dialihkan, dari fisik dialihkan ke wacana, yaitu melalui tulisan. Ini, ini, dan ini ! Mana ? Google-in aja dengan keyword “Wiryanto Dewobroto“.

Personality character

Click to view my Personality Profile page

2 Responses to “About”

  1. Dian Hastarion 09 Apr 2008 at 11:16 am

    Pak…Wir…saya sering baca blog bapak.. Makanya saya jadi ikut mau tanya sama Bapak.
    Saya tinggal di Batam pak..belum lama sekitar 1/2 tahun, selama saya bekerja di sini… hampir di setiap perencanaan konstruksi bangunan faktor beban gempa tidak pernah dimasukkan dalam perhitungan, dengan alasan di Batam gak pernah gempa… Tp apa iya pak tidak perlu? karena setahu saya cuma Kalimantan yang tidak masuk jalur gempa.
    Itu aja pak pertanyaannya…saya tunggu penjelasan bapak.
    Matur nuwun sanget nggih Pak… Tuhan memberkati.

  2. Wiryantoon 09 Apr 2008 at 8:51 pm

    menurut SNI 1726-2002 tidak ada daerah yang terbebas untuk direncanakan terhadap gempa. Bahkan wilayah 1 pun perlu memperhitungkan gaya kira-kira 1/3 dari yang masuk pada wilayah 2. Pada kondisi tersebut, mungkin besarnya gaya gempa dibandingkan dengan gaya angin, jadi nggak beda jauh.

    Intinya bahwa untuk bangunan engineering, maka perenanaan terhadap pembebanan lateral, apakah itu disebabkan oleh angin atau gempa adalah sangat penting.

    Apabila suatu gedung direncanakan terhadap pembebanan lateral, maka jelas bahwa gedung tersebut akan lebih tahan terhadap beban-beban tak terduga yang mungkin ada, misalnya : bom, tsunami (?!), tabrakan dari luar, dll.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply