Archive for Maret, 2008

Mar 28 2008

teknologi keramik komposit (keraton)

Published by Wiryanto under Engineering, beton, informasi

Bapak Budi Sunarto bertanya

Pak Wir, maaf saya mau bertanya. Saya orang awam yang mau membangun sebuah rumah 2 lantai.

Saya tertarik dengan teknologi keramik komposit (keraton) dalam membuat plat lantai tingkat 2 nya, karena dalam hal biaya murah dan katanya memperkecil resiko beban gempa, karena memperingan beban mati plat lantai.

Yang ingin saya tanyakan, menurut Pak Wir apakah teknologi tersebut aman dari segi konstruksi ? dan apakah awet ?

Pertanyaan dari bapak Budi cukup menggugah saya untuk mengetahui lebih banyak, apa yang dimaksud dengan ‘teknologi keramik komposit (keraton)’. Untunglah produsennya cukup melek teknologi sehingga informasi yang berkaitan dengannya dapat diakses dengan internet , di sini.

Continue Reading »

3 responses so far

Mar 17 2008

belajar beton otodidak

Published by Wiryanto under Engineering, beton

Danang, seorang arsitek yang juga kontraktor, bertanya sebagai berikut

Saya lulusan arsitek, sedang merintis usaha kontraktor, ingin belajar tentang pembetonan secara otodidak. Buku apa yg harus saya beli ?

Continue Reading »

One response so far

Mar 17 2008

negeri makmur atau demokrasi

Published by Wiryanto under Opini, pemikiran

Pagi ini pukul 5.00 udah di jalan, rute standar bekasi-kali malang-pintu tol jatibening –terus–pintu tol karawaci-kampus UPH Lippo Karawaci. Kelihatannya ini rute kayak Jogja-Magelang, atau mungkin lebih jauh. Ini setiap hari lho. Untuk lima tahun ini ditugasin belajar, jadi hanya dua dari lima hari kerja aku harus menempuh perjalanan tersebut.

Jadi kalau aku lulus nanti ada plus dan minusnya, plus jelas karena punya gelar akademis lebih tinggi, tapi minus karena harus setiap hari menyusuri jalan-jalan ibukota yang itu-itu. Nggak menarik lha, jalan yang macet-macet gitu.

Itulah hidup, ada sisi senang, ada sisi yang berlawanan. Ternyata itu juga berlaku umum, seperti pasangannya aja. Kenapa begitu ?

Ini di radio BBC, yang aku dengar selepas Tomang, jalannya berlawan arus sehingga terasa lebih lenggang, pagi-pagi juga. Jadi nggak perlu cepet-cepet mengendari mobilnya. Sambil lintong-lintong di jalur kiri, agak lambat, sambil mendengarkan radio. Ini berita yang mengena adalah berita tentang suasan pemilu di Malaysia.

Tahu sendiri khan, kalau barisan nasional hanya menang tipis, yang kata komentator radio BBC sebagai indikasi ketidak-puasan rakyat terhadap pemerintahannya Badawi. Beritanya banyak yang kecewa lho, bahkan pak Mahathir, yang dulu menjagokannya juga ikut-ikut mencela. Bahkan dibilang bahwa pilihannya salah. Gitu. Yah, bener juga, dalam politik katanya nggak ada yang abadi. Lho emangnya di luar politik, juga abadi ?

Orang Malaysia juga pada kecewa ? Kecewa kena apa ya ?

Agak bingung juga, padahal menurut pandangan kita, negeri tersebut khan relatif cukup maju, bahkan menjadi negeri tujuan banyak rakyat negeri ini. Ini benar lho, tidak hanya pada level TKI tetapi juga pada level engineer, yang notabene adalah terpelajar, tingkat menengah begitu. Bahkan sekarang, Malaysia menjadi negeri tujuan anak-anak muda untuk menempuh pendidikan tinggi, di level doktor juga.

Jadi di tingkat ekonomi, kelihatannya tidak ada masalah, karena disana lapangan kerja lebih banyak peluangnya, juga kelihatannya jarang terdengar berita bahwa negeri tersebut banyak terkena bencana alam. Nggak seperti di negeri ini, yang mewarna-warni.

Jadi tidak salahlah kalau Malaysia dapat disebut negeri makmur, ya relatiflah, yaitu jika dibanding dengan negeri ini.

Tapi di pemberitaan di radio BBC tersebut, diinformasikan bahwa rakyar di sana pada takut untuk menyampaikan pendapat, yaitu ketika reporter radio tersebut kesulitan menemukan orang-orang di sana yang mau berpendapat di radio tersebut.

Jadi Indonesia lebih unggul dalam hal kebebasan pendapat dibanding Malaysia.

Jika anda, masyarat boleh memilih, mana yang lebih baik. Makmur secara ekonomi tapi nggak boleh ngomong, atau boleh ngomong sesuka hati akan ketidak-makmuran ekonomi dan tidak ada yang ditakuti, karena memang nggak ada yang peduli. :P

Itulah manusia, nggak pernah puas-puas.

One response so far

Mar 02 2008

papa, siapakah Gito Rollies itu

Published by Wiryanto under Gito Rollies, renungan

Papa, siapakah Gito Rollies itu ?

Jika itu ditanyakan oleh generasi yang seumuran dengan saya, tentulah sangat mengherankan jika sampai tidak tahu “siapa Gito Rollies itu“. Tetapi itu merupakan pertanyaan anakku, yang saat ini masih duduk di SMP. Ternyata di generasinya, nama tersebut asing sehingga menjadi sesuatu yang perlu ditanyakan.

Pertanyaan itu sebenarnya terjadi kemarin, yaitu ketika anakku yang kebetulan tidak masuk sekolah karena sakit, sedang menonton televisi. Kebetulan hari Sabtu, aku juga dirumah melihat acara yang sama, tayangan prosesi pemakaman Gito Rollies sehari sebelumnya. Pada tayangan tersebut juga diceritakan sekelumit tentang kehidupan masa lalunya, selanjut disampaikan juga testimoni teman-teman dekat yang ditinggalkannya.

Continue Reading »

No responses yet