Feb 28 2008

koq jadi tukang ngeblog

Published by Wiryanto at 11:41 am under pemikiran

Jadi tidak terasa bahwa ternyata cukup banyak yang menyediakan fasilitas ngeblog gratis. Jadi tinggal punya sambungan internet, dan punya kemauan nulis, ya sudah begitu.

Itu semua dapat aku lakukan secara relatif murah karena mendapat dukungan fasilitas internet 384 kb yang 24 non-stop dari First-Media yang hanya membayar setiap bulannya 100 ribu. Lumayanlah, hanya terasa agak sedikit kalah dibanding speedy yang kadang-kadang tagihannya mencapai 400 ribu karena over quota (yang hanya 1 giga itu).

Dengan demikian aku sekarang mempunyai alamat-alamat blog pribadi sebagai berikut:

* The Work of Wiryanto Dewobroto di Wordpress
* The Wiryanto Dewobroto’s blog di Blogger
* dag dig dig-nya Wiryanto Dewobroto di Dagdigdug
* The Wiryanto Dewobroto’s blog di Blogdetik
* The works of Wiryanto Dewobroto di Tripod

Dari ke empat blog dan satu homepage tersebut yang paling aktif adalah yang atas, yaitu yang di wordpress. Kenapa ? Karena memang paling hebat pengoperasiannya. Di sana udah ada sekitar 250 tulisan-tulisanku yang bermutu (ha, ha, ha, ini nggak narsis lho, tapi memang begitu ).

Kenapa saya mempunyai keyakinan sepeti itu, karena saya memandang bahwa produk tulis mempunyai umur yang lebih abadi dibanding yang nulis. Jadi jika saya mau membuat suatu tulisan maka pada saat menulis saya berusaha membuat yang paling baik, untuk itu kadang-kadang meskipun ini di blog saya baca ulang, kalau ada kesalahan atau kurang tepat maka akan diperbaiki. Sehingga yang ada adalah yang baik-baik saja. Semoga Tuhan berkenan.

Itu semua aku lakukan karena sekarang menulis telah menjadi salah satu hobby beratku. Sebagian dari tulisanku di wordpress akan aku import ke blog yang lain agar dapat berfungsi sebagai backup. Ya, jaga-jaga itu khan baik khan. Juga di penulisannya juga.

One Response to “koq jadi tukang ngeblog”

  1. sangnanangon 29 Feb 2008 at 7:23 am

    Kulo nuwun kangjeng dewo!
    SAmpeyan masih kerabatnya Pak Dewobroto yang pembina Pramuka di TVRI Jogja dulu itu yo?
    Sejak kapan sampeyan turun dari Jonggringsaloka untuk menulis di wordpress…….

    salam kenal,

    Wir’s responds: nopo inggih ?!

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply