<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Komentar di: kandidat dan promotornya</title>
	<link>http://wiryanto.dagdigdug.com/2007/06/02/kandidat-dan-promotornya/</link>
	<description>salah satu dari beberapa blog yang membuat dag dig dug aja !</description>
	<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 14:31:59 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>Oleh: Wiryanto</title>
		<link>http://wiryanto.dagdigdug.com/2007/06/02/kandidat-dan-promotornya/#comment-12</link>
		<dc:creator>Wiryanto</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 06:09:57 +0000</pubDate>
		<guid>http://wiryanto.dagdigdug.com/2007/06/02/kandidat-dan-promotornya/#comment-12</guid>
		<description>sdr Ramli,
terima kasih atas tanggapan anda,

Pandangan saya ttg Buble Information yang menurut anda kurang elegan, ya mohon maaf. Itulah tanggapan saya yang terbaik, karena yang saya sampaikan memang tidak berkaitan langsung tentang topik yang diperdebatkan tetapi suatu sharing pengalaman pribadi saya dengan UPH yang menurut saya sangat elegan.

Juga judgement anda tentang UPH dan tuduhan-tuduhan yang anda maksud. Terus terang saya tidak paham dengan tuduhan anda. Apa mungkin karena saya orang dalam, sehingga tidak melihat hal tersebut. 

Bagaimanapun UPH adalah universitas non-sekuler, sehingga sepak terjangnya mencoba mengedepankan nilai-nilai kristiani. Memang ada juga sih, tindakan-tindakah yang mungkin terkesan 'kejam' atau 'tegas tak pandang bulu', tetapi memang seperti itulah suatu institusi yang mengedepankan mutu.

Jadi harapan anda, agar saya berbuat apa, saya juga kurang tahu, yang jelas sampai hari ini saya masih mempunyai keyakinan bahwa keberadaan uph masih memungkinkan saya untuk berupaya "menjadi berkat bagi sesama", sekaligus kesempatan untuk "memuliakan Allah Bapa di Surga". 

salam sejahtera

Wiryanto Dewobroto
Dosen Tetap UPH</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sdr Ramli,<br />
terima kasih atas tanggapan anda,</p>
<p>Pandangan saya ttg Buble Information yang menurut anda kurang elegan, ya mohon maaf. Itulah tanggapan saya yang terbaik, karena yang saya sampaikan memang tidak berkaitan langsung tentang topik yang diperdebatkan tetapi suatu sharing pengalaman pribadi saya dengan UPH yang menurut saya sangat elegan.</p>
<p>Juga judgement anda tentang UPH dan tuduhan-tuduhan yang anda maksud. Terus terang saya tidak paham dengan tuduhan anda. Apa mungkin karena saya orang dalam, sehingga tidak melihat hal tersebut. </p>
<p>Bagaimanapun UPH adalah universitas non-sekuler, sehingga sepak terjangnya mencoba mengedepankan nilai-nilai kristiani. Memang ada juga sih, tindakan-tindakah yang mungkin terkesan &#8216;kejam&#8217; atau &#8216;tegas tak pandang bulu&#8217;, tetapi memang seperti itulah suatu institusi yang mengedepankan mutu.</p>
<p>Jadi harapan anda, agar saya berbuat apa, saya juga kurang tahu, yang jelas sampai hari ini saya masih mempunyai keyakinan bahwa keberadaan uph masih memungkinkan saya untuk berupaya &#8220;menjadi berkat bagi sesama&#8221;, sekaligus kesempatan untuk &#8220;memuliakan Allah Bapa di Surga&#8221;. </p>
<p>salam sejahtera</p>
<p>Wiryanto Dewobroto<br />
Dosen Tetap UPH</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ferizal Ramli</title>
		<link>http://wiryanto.dagdigdug.com/2007/06/02/kandidat-dan-promotornya/#comment-11</link>
		<dc:creator>Ferizal Ramli</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 11:49:56 +0000</pubDate>
		<guid>http://wiryanto.dagdigdug.com/2007/06/02/kandidat-dan-promotornya/#comment-11</guid>
		<description>Pak Wir,

Ini adalah artikel terbaik anda meskipun menulis dengan penuh interest dan advokasi. 

Sudut analisa yang anda ambil sangat menarik. Untuk Program S-3 yang penting adalah Professor pembimbing, bukan ranking Universitas-nya, sebagai pertimbangan utamanya dalam memilih universitas cukup masuk akal. 

Sedikit saran saya, meskipun sedikit agak menyimpang dari topik artikal anda diatas. Ada baiknya saat anda membela UPH (Universitas Tempat anda berkarir) dalam skandal Buble Information tentang ranking Universitas di Indonesia, sebaiknya juga dilakukan dengan sudut pandang yang elegan. 

Bagi saya UPH itu sebenarnya aset bangsa. Tapi jika UPH menghalalkan segala cara untuk mengambil keuntungan maka itu tidak memberi manfaat bagi masyarakat. Jadi, sebagai Doktor dan dosen UPH, saya berharap anda bisa mengingatkan para pemilik UPH (Group Lippo) agar jangan mengelola UPH dengan gaya koboy bak usaha konglomerat hitam.

Memang bukan tugas ringan. Tapi tidak ada salahnya saya berharap pada orang-2 seperti anda yang tampaknya masih memiliki nilai-nilai idialisme.

Salam hormat,

Ferizal Ramli
Praktisi Industri tinggal di Hamburg</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Wir,</p>
<p>Ini adalah artikel terbaik anda meskipun menulis dengan penuh interest dan advokasi. </p>
<p>Sudut analisa yang anda ambil sangat menarik. Untuk Program S-3 yang penting adalah Professor pembimbing, bukan ranking Universitas-nya, sebagai pertimbangan utamanya dalam memilih universitas cukup masuk akal. </p>
<p>Sedikit saran saya, meskipun sedikit agak menyimpang dari topik artikal anda diatas. Ada baiknya saat anda membela UPH (Universitas Tempat anda berkarir) dalam skandal Buble Information tentang ranking Universitas di Indonesia, sebaiknya juga dilakukan dengan sudut pandang yang elegan. </p>
<p>Bagi saya UPH itu sebenarnya aset bangsa. Tapi jika UPH menghalalkan segala cara untuk mengambil keuntungan maka itu tidak memberi manfaat bagi masyarakat. Jadi, sebagai Doktor dan dosen UPH, saya berharap anda bisa mengingatkan para pemilik UPH (Group Lippo) agar jangan mengelola UPH dengan gaya koboy bak usaha konglomerat hitam.</p>
<p>Memang bukan tugas ringan. Tapi tidak ada salahnya saya berharap pada orang-2 seperti anda yang tampaknya masih memiliki nilai-nilai idialisme.</p>
<p>Salam hormat,</p>
<p>Ferizal Ramli<br />
Praktisi Industri tinggal di Hamburg</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

