Des 28 2005

Karya Ilmiah Utama ke-3 (2005)

Published by Wiryanto at 1:29 pm under my books

sampul buku ke-3

Aplikasi Rekayasa Konstruksi dng Visual Basic 6.0
Kata sambutan dari Ir. Iswandi Imran MASc., Ph.D.

Jumlah Halaman : xvii dan 450
Penerbit : PT. Elex Media Komputindo - Jakarta
Cetakan perdana : Desember 2005
Lampiran : disertai CD berisi file-file program
Harga : Rp 74.800,-

Sinopsis

Perkembangan teknologi komputer semakin maju, termasuk juga di bidang rekayasa teknik sipil, program komputer rekayasa yang canggih semakin banyak yang tersedia. Meskipun demikian pemakaian program seperti itu mempunyai karakter yang berbeda dengan program bisnis pada umumnya. Insinyur pemakainya dituntut harus memahami apa saja yang dikerjakan komputer, batasan-batasan yang harus dipenuhi dan bertanggung jawab penuh terhadap setiap keputusan yang diambil dari keluaran komputer. Setiap kesalahan dapat berpotensi pada kerugian finansial, bila terjadi kegagalan struktur bahkan nyawapun dapat menjadi taruhannya. Oleh karena itu para insinyur pemakai program harus mempunyai kompetensi yang mencukupi.

Untuk mendapatkan kompetensi yang cukup, maka ada berbagai cara yang dapat ditempuh, salah satunya adalah dengan menuliskan pemrograman komputer pada masalah yang akan ditingkatkan kompetensinya.

Pernyataan di atas bukanlah mengada-ada, untuk itu tentu suatu kompetensi dasar mengenai pemrograman komputer harus dikuasai terlebih dahulu. Umumnya mahasiswa di fakultas teknik telah mendapat mata kuliah bahasa pemrograman, minimal sebanyak satu semester (di Jurusan Teknik Sipil UPH mata kuliah tersebut diberikan di semester satu memakai Visual Basic 6.0). Dengan berbekal pengetahuan dasar tentang teknik pemrograman komputer selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk meraih kompetensi lain yang terkait dengan proses hitung-berhitung dalam penyelesaian rekayasa.

Perlu diingat bahwa untuk menjadi pemrogram komputer yang baik, selain diperlukan penguasaan bahasa pemrograman, juga pengetahuan tentang apa yang mau diprogramkan. Pengetahuan itu harus sampai detail langkah-langkah penyelesaiannya, karena tanpa mengetahui detailnya maka alur program tidak dapat dibuat. Dengan menuliskan program sendiri, pemrogram secara tidak sadar memahami alur kerja atau prinsip kerja dari program yang dibuatnya. Apalagi jika pada saat penulisan program tersebut ditemukan “error” dan dengan inisiatipnya sendiri sanggup mengatasinya.

Berbekal pendapat di atas dan dengan latar-belakang profesi dibidang teknik sipil, baik selaku praktisi maupun pengajar, maka penulis akan mengambil topik struktur beton bertulang untuk ditelaah lebih lanjut. Alasan lain dipilihnya struktur beton bertulang karena materi tersebut merupakan topik utama khususnya dalam dunia konstruksi di Indonesia. Dengan demikian dapat diharapkan bahwa tulisan pada buku ini dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi perkembangan rekayasa konstruksi di Indonesia.

Adapun perencanaan struktur beton bertulang yang dibahas adalah terbatas pada analisa penampang beton bertulang saja, jadi tidak membahas suatu perencanaan struktur beton secara keseluruhan. Hanya membahas salah satu item utama perencanaan tetapi mendalam. Adapun pertimbangannya adalah:

  • Lembar / halaman yang tersedia adalah terbatas, untuk menyajikan suatu perencanaan struktur beton secara lengkap materinya sangat luas karena terkait juga dengan sistem struktur yang dipilih, tipe pembebanan dan pelaksanaan, cara pemodelan dan analisa strukturnya.
  • Analisis penampang beton bertulang relatif sederhana, adapun prosedur hitungannya terbatas pada material dan konfigurasi geometri penampang yang ditinjau serta sifatnya rutin. Kondisi tersebut sangat cocok untuk dibuatkan program komputer. Selain itu prosedur yang tersedia (yang umum diberikan di buku-buku teks) relatif terbatas pada penampang-penampang yang umum (persegi, T) . Karena bentuk penampang beton dapat dibuat bebas sesuai kreatifitas perencana (dalam hal ini arsitek) maka tentu diperlukan juga analisis bentuk-bentuk penampang yang lain.

Sebagaimana terbitan PT. Elex Media Komputindo tentang pemrograman, maka buku ini juga berisi cara membuat “program” dengan VB 6.0 dan sangat cocok untuk belajar pemrograman rekayasa di bidang teknik sipil. Tetapi karena maksud utama buku ini adalah penggunaan pemrograman komputer sebagai sarana meraih kompetensi yang lain (analisa penampang struktur beton bertulang), maka diberikan teori pendukungnya.

Teori-teori pendukung tersebut diberikan untuk menjawab hal-hal berikut :
mengapa rumus atau urutan perhitungan tersebut dipilih, apakah rumus itu adalah yang terbaik, darimana rumus tersebut diperoleh, siapa yang pertama mengusulkan (catatan: rumus tidak seluruhnya matematis ada yang bersifat empiris), bilamana rumus tersebut dapat dipakai, hal-hal apa yang membatasi rumus tersebut, dsb

Untuk menyajikan teori-teori tersebut, penulis berusaha menggali selain dari peraturan perencanaan yang berlaku, buku-buku teks beton yang standar, juga langsung dari jurnal-jurnal ilmiah yang baru, sehingga teori yang disajikan relatif lengkap bahkan dapat dijadikan sebagai salah satu acuan tentang “analisa penampang struktur beton bertulang”.

Selama penulisan buku ini, penulis mendapat masukan yang berharga dari beberapa rekan sejawat, al. Dr. Ir. Yoyong Arfiadi (Universitas Atmajaya Yogyakarta) , Ir. Djoni Simanta, MSc. (Universitas Katolik Parahyangan).

Selanjutnya materi tentang analisis penampang beton bertulang diberikan secara lengkap dan bersifat up-to-date, yang tentu saja telah diselaraskan dengan peraturan yang berlaku di Indonesia yaitu SNI 03 – 2847 – 2002.

Penulis mendapat kehormatan bahwa Ir. Iswandi Imran, MASc., Ph.D., sekretaris / anggota team pakar nasional penyusun SNI 03 – 2847 – 2002, pengajar dan peneliti di Laboratorium Mekanika Struktur – Ilmu Rekayasa, Institut Teknologi Bandung, berkenan membuat Kata Sambutan untuk buku ini. Untuk itu diucapkan banyak terima kasih atas kesediaannya.

Foto-foto ilustrasi dalam buku ini banyak diperoleh dari proyek dan belum pernah dipublikasikan. Kepada beberapa rekan sejawat yang mendukung dengan memberikan dokumentasi karya-karyanya, yaitu Ir. Sutopo B.C. (PT. Waskita Karya) , Ir. Ign. Toto Ismintarto (PT. Gistama Inti Semesta) dan Ir. Suwantini (PT. Putra Satria Prima) diucapkan banyak terima.

Universitas Pelita Harapan merupakan institusi dimana selama ini penulis bernaung, bekerja dan berkarya. Untuk itu diucapkan banyak terima kasih kepada para pimpinan, rekan sejawat, para karyawan serta mahasiswanya atas dukungan dan kerjasama yang diberikan selama ini.

Akhirnya semoga buku ini dapat digunakan sesuai dengan maksud dan tujuan penulisannya.

Semoga Tuhan berkenan.

Kata Sambutan : Ir. Iswandi Imran, MASc., Ph.D.
Sekretaris / anggota team pakar nasional penyusun SNI 03 – 2847 – 2002, pengajar dan peneliti di Laboratorium Mekanika Struktur – Ilmu Rekayasa, Institut Teknologi Bandung

Peraturan beton Indonesia yang berlaku pada saat ini yaitu “Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002)” diterbitkan pertama kali pada tahun 2002. Secara konseptual, peraturan beton Indonesia tersebut sudah sesuai dengan ”state of the art” struktur beton yang berkembang saat ini, namun walaupun begitu pada kenyataannya peraturan tersebut sampai saat ini masih belum diterima secara luas di kalangan industri konstruksi Indonesia. Bahkan, di beberapa daerah, terutama di luar Jawa, masih banyak perencana ataupun pengajar di perguruan tinggi yang lebih suka menggunakan peraturan beton yang lama, yaitu PBI-71. Salah satu alasan mengapa hal ini terjadi adalah karena masih kurang tersedianya buku manual perencanaan beton bertulang yang bersifat praktis dan mudah dipahami, serta memberikan urutan-urutan perhitungan perencanaan yang rinci dengan contoh-contoh yang aplikatif.

Terbitnya buku ini mudah-mudahan dapat menjawab permasalahan atas kurang tersedianya buku-buku manual perencanaan seperti yang disampaikan di atas, khususnya di bidang konstruksi beton bertulang. Sehubungan dengan itu, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada penulis, yaitu Ir. Wiryanto Dewobroto, MT atas terbitnya buku ”Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan Visual Basic 6.0: Analisis dan Desain Penampang Beton Bertulang sesuai dengan SNI 03-2847-2002”. Buku ini membahas analisis dan perencanaan elemen struktur beton bertulang terhadap berbagai pengaruh pembebanan, seperti lentur, lentur dan normal, geser dan torsi sesuai dengan standar Beton Indonesia yang berlaku, yaitu SNI 03-2847-2002. Pembahasan yang disampaikan pada buku ini juga dilengkapi dengan algoritma dan list program untuk perhitungan perencanaan (yang juga dilampirkan dalam bentuk CD) serta contoh-contoh perhitungan.

Seperti diketahui upaya diseminasi suatu peraturan perencanaan yang paling efektif adalah melalui perguruan tinggi, yang pada dasarnya berfungsi sebagai sarana pembekalan bagi calon-calon sarjana teknik sipil dan sebagai ujung tombak dalam menghasilkan sarjana-sarjana teknik sipil baru. Sehubungan dengan itu, berdasarkan lingkup yang dibahas, buku ini juga dapat dimanfaatkan sebagai buku acuan dalam perkuliahan struktur beton bertulang. Dengan memanfaatkan buku ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami secara lebih mudah prosedur perencanaan elemen struktur beton bertulang berdasarkan SNI Beton yang berlaku.

Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi kalangan akademisi dan dunia industri konstruksi serta dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi perkembangan dunia industri konstruksi di Indonesia.

Bandung, 18 November 2005

Ir. Iswandi Imran, MASc., Ph.D
Departemen Teknik Sipil ITB

3 Responses to “Karya Ilmiah Utama ke-3 (2005)”

  1. danaron 17 Mar 2008 at 2:41 pm

    saya lulusan arst, dan sdg merintis ush sbg kontrak, sy ingin belajar ttg pembetonan scr autodidak, buku apa yg harus sy beli

  2. Wiryantoon 17 Mar 2008 at 7:13 pm

    sdr. Danar,
    Saya kurang jelas maksud “belajar pembetonan scr autodidak”, apakah dalam hal ini anda ingin seperti seorang structural engineer, yang menghitung sendiri, dll, sehingga pekerjaan anda dapat selesai tanpa perlu orang lain sebagai engineer, atau sekedar tahu saja tentang beton.

    Apakah anda bisa membayangkan bahwa profesi structural engineer mempunyai konsekuensi yang logis, bahkan punya resiko yang lebih berat dibanding arsitek. Kalau arsitek gagal, paling-paling, hasil desainnya buruk, nggak enak ditempati, atau mahal. Nggak ada itu resiko nyawa. Tapi kalau beton, anda merencana beton dengan pemahaman sepotong-sepotong, gimana kalau hasil desain anda gagal. Ada yang kejatuhan , anda bisa membayangkan nggak sih.

    Kalau anda sudah membayangkan itu semua, dan berani mengambil resiko karena memang ingin bekerja profesional. Maka ok-lah saya akan menjawabnya.

    Untuk mendesain balok atau kolom beton, cukupkah kita hanya belajar struktur beton aja. Katakanlah anda sanggup melahap buku beton setebal 1000 halaman. Apa itu cukup ?

    Nggak sdr Danar, karena ada hal lain yang perlu dipelajari yaitu ilmu mekanika teknik, ilmu untuk memprediksi gaya-gaya dan lendutan yang terjadi pada struktur yang diberi beban. Dengan ilmu tersebut akan ketahuan, momen yang terjadi pada balok atau kolom, berapa besarnya, dari situ ketahuan, mana bagian tarik dan mana bagian tekan. Selanjutnya dengan ilmu struktur beton akan diketahui bahwa bagian tekan dapat ditahan oleh beton itu sendiri, sedang bagian tarik maka betonnya tidak kuat, sehingga perlu dipasang tulangan. Jumlah tulangan yang perlu dipasang itu diperoleh dari ilmu beton, sedangkan tempat dimana tulangan itu perlu dipasang dari hasil mekanika teknik.

    Bisa ngebayangin nggak.

    Itulah mengapa, structural engineer itu suatu profesi, yang harus terus menerus digeluti dan dipelajari.

    Ingat nggak setiap lulusan sarjana teknik sipil mampu dan berani merencanakan struktur beton pada suatu level tertentu. Itu selain perlu pengetahuan , juga perlu mental atau keberanian.

    Jika anda masih ngotot, maka saya sarankan anda magang pada orang yang mempunyai keahlian seperti itu. Mulailah dengan MENIRU, lalu pelajari mengapa harus begini, dan begitu, juga hasilnya di lapangan. Jika berulang-ulang sukses, maka anda boleh kembangkan sendiri. Itu menurut saya kalau anda mau OTODIDAK dan SUKSES.

  3. putrion 01 Jul 2008 at 8:01 am

    saya mhsiswa jrsan teknik sipil yang masih awam dengan struktur beton. bgmana beban2 bekerja pd beton, dan bgmana perencanaan tulangan akibat adanya momen tarik? thnx…

    Wir’s responds: pertanyaan anda saya kira sudah terjawab secara lengkap dalam buku “Reinforced concrete mechanic and design - 4th Edition in SI Units”
    karangan James G. MacGregor dan James K. Wight
    penerbit Prentice Hall 2005

    Jika dengan buku tersebut anda belum jelas, maka saya yakin dengan menulis sampai capai di blog ini juga tidak akan dipahami.

    Selamat belajar.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply